Kotaku.



"SAMARINDA"




 Samarinda. Sebuah ibukota provinsi yang ada di Indonesia, tepatnya di Kalimantan Timur (Kal-Tim). Samarinda adalah kota terbesar dari seluruh kota yang ada di Pulau Kalimantan. Menurut wikepedia, penduduk yang ada di kota ini sih berkisar 812.597 jiwa. Tapi menurutku jumlahnya tak terbatas karena di Samarinda sungguh panas sekali. Padat. Hahaha.

Di kota inilah aku merangkai rangkaian puzzle kehidupanku yang ada sejak kecil. Kota Samarinda dibelah oleh Sungai Mahakam dan menjadi gerbang menuju pedalaman Kalimantan Timur melalui jalur sungai, darat maupun udara.

Maskot kota ini adalah ikan pesut. Ikan yang mirip seperti lumba-lumba, dan hanya bisa kalian temukan di sungai Mahakam namun tidak disemua titiknya, melainkan hanya daerah tertentu mengingat keberadaannya yang cukup langka dan terancam punah. Apalagi air yang ada sekarang sudah tak sebersih dulu, alias sudah banyak tercemar, sehingga mempengaruhi kelangsungan hidup binatang tersebut.

Samarinda memiliki beberapa makanan ciri khas, salah satunya adalah amplang. Amplang ini sejenis kerupuk yang berbentuk kotak atau lonjong, kebanyakan sih berbentuk lonjong pendek sebesar jari tangan, jadi pas untuk satu suapan.  mirip sama kerupuk ikan tenggiri deh. Amplang ini terbuat dari Tepung Tapioka, rempah rempah/bumbu dan ikan. Rasanya asin gurih dan tentunya kriuk kriuk renyah, bisa dimakan langsung ataupun untuk Lauk nasi.


(Amplang)


Lalu, ada pula keminting. Makanan khas samarinda ini adalah sejenis kue kering yang bentuknya unik dan imut seperti buah kemiri, makanya disebut Keminting.
Dibuat dari bahan dasar tepung terigu dengan tekstur yang nampak keras diluar namun renyah ketika digigit. Meskipun tidak sepopuler amplang atau lempok tapiasanya yang enak membuat kue ini banyak dicari sebagai oleh – oleh dari Samarinda.


(Keminting)


Tak lupa budaya. Untuk menikmati wisata budaya, wisatawan bisa mengunjungi Desa Budaya Pampang yang berjarak sekitar 20 km dari pusat kota. Pampang akan menampilkan atraksi budayanya dari suku Dayak Kenyah pada hari minggu.
Desa Pampang terletak tidak terlalu jauh dari pusat kota Samarinda. Di desa ini terdapat dua suku Dayak yang ada yakni dayak Kenyah dan Apokayan. Awalnya dua suku ini yang mulanya menghuni hutan Kutai Barat dan Malinau melakukan pergerakan atau berpindah tempat diikarenakan enggan untuk bergabung dengan Malaysia. Tingginya nasionalisme suku Dayak ini membuat mereka tidak segan untuk melakukan perjalanan jauh untuk tetap berada di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Perjalanan tersebut akhirnya sampai di Desa Pampang dan sampai sekarang desa tersebut sudah semakin berkembang yang dihuni Dayak Kenyah dan Apokayan, bahkan pada tahun 1991 desa Pampang resmi dijadikan sebagai desa budaya di Kalimantan Timur. Di desa ini kegiatan yang dilakukan oleh suku Dayak tersebut sangatlah berkembang, mulai dari adanya kerajinan asli suku Dayak seperti gelang, cincin, dompet, kain dll, tari-tarian yang setiap minggunya digelar, ornamen-ornamen rumah asli Dayak yang khas corak dan warnanya, senjata khas Dayak seperti sumpit dan Mandau,serta nyanyian tradisional suku Dayak.
Wisatawan yang datang di desa ini tidak hanya dari dalam negeri tapi banyak turis mancanegara yang sering mengunjungi Pampang untuk melihat keunikan budayanya. Para pendatang akan disajikan sebuah desa atau perkampungan yang sangat khas bercorak Kalimantan, ketika masuk desa wisata ini wisatawan langsung bisa merasakan aura khas suku Dayak.
Pengunjung juga dapat berpoto dengan masyarakat adat Dayak yang terkenal memiliki daun telinga panjang dengan mengenakan hiasan menyerupai anting-anting . Benda-benda keseharian suku Dayak juga dapat dinikmati di desa ini seperti alat musik, senjata khas, pakaian yang terbuat dari kulit kayu serta makanan khas suku Dayak. Saat ini pemerintah daerah setempat juga mendukung dan mengembangkan desa Pampang agar nantinya banyak wisatawan yang ingin berkunjung ke Samarinda Kalimantan TImur. Setiap tahunnya di Desa ini juga diadakan sebuah acara rutin yang disebut dengan Pelasan, sebuah acara adat Dayak Kenyah dan Apokayan yang menjadikan desa Pampang semakin dikenal wisatawan.
Dengan keberagaman dan keunikan ditiap kebudayaan daerah Indonesia, sangat memungkinkan sekali Negara kita menjadi Negara yang kaya akan nilai sejarah, adat istiadat dan budaya yang tidak dimiliki oleh Negara lain. Semoga kelestarian budaya ini terjaga dengan baik sampai generasi penerus kita kelak.
borneo
Produk budaya dari Samarinda berupa ukir-ukiran dan pernak-pernik lainnya yang bisa didapatkan di Citra Niaga. Samarinda juga mempunyai produk tekstil yang bernamaSarung Samarinda dan Batik Ampiek, batik yang bermotif ukiran Dayak.

Jika dijelaskan bagaimana Samarinda, maka begitu luas gambaranku tentang kota ini. Kota yang memiliki jutaan cerita, serta kenangan-kenangan yang tak akan terlupakan. Jujur saja, aku jadi rindu. Hahaha.

Sebelum rindu semakin menyeruak, maka kusudahi dulu tulisan ini. Cukup sekian dan terimakasih telah membacanya..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banda Neira

Sebuah Kisah Dan. Bagaimana, Lara?

Kisah Remaja