Ngomongin Pasangan, deh......

Sudah lama aku gak kepikiran soal cinta dan pasangan. Tiba-tiba kok rasanya canggung? Hahaha. Hmm, tahun depan tepat 5 tahun aku jomblo!

Kalau diinget-inget terakhir kali patah hati karena 'pasangan' kok rasanya dulu hoppeless banget ya? Hahahaha, ngingetnya kaya ada malu sama diri sendiri gitu. Ternyata masa remajaku emang gak luput dari kenaifan happy ending!

Gak mudah untuk menyukai orang kembali, tapi setelah menyukai orang lagi aku mulai takut untuk kehilangan. Padahal, orang yang disuka kan belum tentu bakal jadi, ya? Dasar aku, bisa-bisanya mikir kehilangan padahal bukan siapa-siapa! Geer banget, duh!

Hanyut dalam ketakutan, tanpa sadar aku yang buat batasan di diri aku sendiri. Gimana ya? Mungkin rasanya kaya "oh kalau punya 'hubungan' se-bahagia apapun, akhirnya pasti hanya akan saling nyakitin."

Ngerasa udah kewalahan terhadap diri sendiri, gimana bisa ngejalanin hari dan berkomitmen sama orang lain? Bahkan sampe menolak untuk mengakui perasaan diri sendiri, yang akhirnya... Ya lagi-lagi buat orang salah paham! Emang ribet banget kan aku?

Tiba-tiba malam ini kepikiran, bahkan setulus apapun yang kita rasain itu gak akan cukup tanpa effort. Sayangnya untuk persoalan 'cinta' aku merasa itu hanya akan jadi boomerang untuk diri sendiri. Effort seakan penambah pasti luka makin dalem.

Bohong kalau aku bilang aku gak berharap untuk hidup dengan dicintai manusia. Tapi daripada itu, semakin hari justru semakin berharap orang yang disayang selalu bisa mendapatkan rasa cinta yang tulus untuk hidupnya dan bahagia. Jadi bukan sama aku, tapi sama kehidupannya.

Semacam sadar diri bahwa hidupku sudah begitu rumit, aku bahkan gak berani meminta untuk disayang. Kaya, terus kalau aku udah dapetin itu apa yang bisa aku tanggung jawabin? Kalau aku udah berhasil punya pasangan dan disayang, aku tetap gak percaya diri untuk bisa mempertahan itu.

Bukan karena orang lain, tapi masalahnya ya di aku! Hidupku rumit, gimana bisa aku biarin orang lain masuk ke dalam rumitnya hidup dan pikiranku selain hanya akan menciptakan luka baru?

Aku sampai pada perasaan dimana, harus menyimpan semuanya sendirian. Lagi-lagi bohong kalau gak berharap, tapi perasaan untuk melepaskan keinginan memiliki —ternyata lebih besar.

Senyumku gak bisa berhenti disaat beberapa tahun ini saat ulang tahun doa paling banyak adalah biar aku punya pasangan! Hahahaha. Engga tau, tapi juga mungkin engga bakal terjadi.

Kecuali ada seseorang yang dengan bodohnya menyanggupi luka, bukan?

Komentar

  1. Wah, selalu dan selalu tanpa bosan, suka banget sama tulisan kamu. Sama kek awal, selalu penasaran sama setiap tulisan kamu. Have a nice day Ita cantik!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banda Neira

Sebuah Kisah Dan. Bagaimana, Lara?

Kisah Remaja