Aroma Tua

 

 September, 2021.   

    Pernah tidak kamu mencium aroma tua? Aroma yang mengingatkanmu akan masa lalu, seperti aroma kayu basah yang menenangkan atau seperti terbayang kala bermain ayunan di atas pasir coklat yang membentang.

 Belakangan ini aku sering menciumnya. Ingatanku melanglang buana, kembali menyusuri masa-masa dimana aku merasa tidak begitu pusing dengan persoalan kehidupan. Ah, apa karena aku sedang mengalami quarter life crisis diusia yang sudah lewat satu dari 20 tahun saat aku menulis ini? Entahlah, yang jelas aroma tua ini tidak lelah mengunjungiku.

    Kadang-kadang aku menyalahkan dinding yang lembab karena hujan, yang sudah membuatku merindukan masa yang mustahil untuk kuulang. Aku, benar-benar merindukan itu! Aku benar-benar berkelana tidak hanya pada tengah malam hari, namun hampir setiap waktu! Suasana hatiku nyaris menjadi abu pekat, tidak jarang pula air mata hampir lolos menyusuri pipiku. Ah, Tuhan, kenapa saat ini rasanya berat sekali?

    Berulang kali aku berpikir, tentang apa saja yang sudah kulakukan selama ini atau tentang seberapa bergunanya aku untuk orang sekitar dan juga diriku sendiri. Kuingat lagi, tubuh kurusku yang luar biasa masih mampu bertahan hingga sekarang, benar-benar hebat! Tapi, sisi lain diriku kembali bertanya-tanya; apa kali ini aku masih mampu? apa menyerah akan jadi jawaban selanjutnya? akankah ada air mata kebahagiaan atau justru sebaliknya?

Tidak jarang aku merasa putus asa dan ingin menyerah, tapi tubuh ini tidak kenal istirahat dan terus saja berjalan. Seberat apapun langkah yang kurasakan, kaki ini tidak jua kunjung berhenti. 

    Aroma tua tidak pernah absen barang sekali, membuatku sesekali memohon pada waktu untuk bisa mengunjungi masa lalu, mustahil. Akhirnya aku sadar, ia hadir sebagai pengingat; tentang aku yang penuh semangat, tentang aku yang tak kenal lelah, tentang aku yang lebih tenang, dan tentang aku yang suka berpetualang dengan mimpi-mimpi besar.

    Kalau kamu membaca ini dan melihatnya hingga sampai kata ini, aku harap jika kamu bertemu aroma tua kamu akan bahagia karenanya dan juga merindukan masa lalu dengan senang bukan putus asa. Aroma tua memang sering kali hadir tanpa permisi, membuat suasana hati menjadi sedih tapi sebenarnya ia memang hanya ingin mengunjungi, memperingati bahwa kamu sudah sampai sejauh ini. Jadi, jangan putus asa lagi!

i/24921

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banda Neira

Sebuah Kisah Dan. Bagaimana, Lara?

Kisah Remaja