Kacau.

Sejak lama aku sudah pernah bilang, bahwa aku adalah seseorang yang rumit. Yang buta cinta dan perhatian namun haus akan itu semua.


Aku adalah kekacauan.


Yang memberi luka pada semua sayang.


Aku itu seperti benang kusut. Sulit untuk diluruskan, kecuali ada orang yang benar-benar dengan sabar ingin membenarkannya.


Tapi aku juga tau, aku terlalu serakah untuk meminta sedang diriku sendiri tidak pantas untuk meminta.


Lucu sekali jika harus jujur bahwa saat ini aku depresi dan tidak punya keinginan untuk apapun. Berhenti pada mimpi-mimpiku, dan yang paling menyedihkan dari diriku adalah aku merasa tidak pantas untuk dicintai.


Aku menyerah pada diri sendiri dan justru membuat orang yang aku sayangi merasa mati perlahan. Apa yang lebih buruk dari diriku yang tidak berguna ini?


Gagal. Bahkan dalam berharap.


Aku bertanya-tanya, bagaimana aku dikenang oleh orang-orang yang aku sayangi kelak? 


Sedang selama aku mengaku menyayangi mereka, aku justru terus-menerus menanam beban secara sadar maupun tidak.


Sedang selama aku mengaku menyayangi mereka, aku justru sering membuat mereka merasa dibunuh secara perlahan?


Kadang, rasanya malu untuk menyebut diri sendiri ini sebagai manusia. Aku bahkan tidak tau aku pantas disebut apa atau sebagai apa?


Aku, si kacau yang gagal. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banda Neira

Sebuah Kisah Dan. Bagaimana, Lara?

Kisah Remaja