Bagaimana harimu hari ini?

Judul tulisan ini adalah pertanyaan yang kadang sadar tidak sadar kita inginkan dan juga sulit untuk kita ungkapkan kepada orang tersayang. 

Si pertanyaan sederhana yang sarat akan makna. 

“Bagaimana harimu hari ini?” 

 Apakah kamu sudah senang? Atau kamu sedang gundah? Atau pula, kamu tidak tau bagaimana mendeskripsikan apa yang sedang kamu rasakan? 

Ah, lagi-lagi si pertanyaan sederhana yang sarat akan makna. 

Pernah ada orang yang memberitahuku; senang ya senang, sedih ya sedih, marah ya marah. Jika merasakan semuanya artinya kita sedang gundah, kenapa harus bingung? Katanya. Pertanyaan sederhana yang menunjukkan perhatian tapi sering kali kalah oleh gengsi yang tak kelihatan. 

Perhatian kan bentuk sayang, kenapa harus kalah dengan gengsi? Apakah itu berarti rasa gengsi lebih besar dari sayang? Tidak! Bukan seperti itu. Akhirnya aku menyadari, bahwa sebagai manusia itu adalah hal yang manusiawi. Bukan karena gengsi lebih besar dari rasa sayang, ya tapi karena tidak semua tumbuh mudah untuk berekspresi. 

Pertanyaan itu juga bagian dari bentuk ekspresi bukan? 

Namun, bukan pula rasa sayang tidak bisa mengubahnya. Rasa sayang adalah keajaiban Tuhan yang nyata, bahkan bisa merubah benci menjadi cinta. Luar biasa! 

Jadi, bagaimana harimu hari ini? 

Terasa lebih ringankah atau justru.. lagi-lagi terasa berat? 

Bapakku pernah bilang, seni dari hidup adalah rasa sakit. Kalau belum merasakan sakit, belum ada seninya hidup. Begitu beliau berusaha untuk membesarkan hatiku yang cukup sempit untuk menerima masa depan alias terlalu takut melewatinya, padahal apa yang kita takuti belum tentu terjadi. 

Mempersiapkan kemungkinan terburuk itu boleh, tapi jangan lupa untuk mempersiapkan kekuatan menerima segala resiko yang ada dan juga bahagia atas segala yang terjadi. Tidak mudah, namanya juga proses. 

Counselor ku pernah bilang, selagi kita hidup proses itu akan terus ada dan didalamnya ada penyesuaian juga penerimaan. Menetapkan estimasasi waktu untuk bangkit dan menyemangati diri sah-sah saja, tapi faktanya memang tidak ada estimasi waktu untuk itu. 

Bagaimana harimu hari ini? 

Semoga kamu maupun aku bisa terus yakin dan kuat. Buatku hidup ini sudah penuh tekanan, jadi daripada menekan diri untuk terus semangat aku memilih untuk berusaha meyakinkan diri untuk bisa dan kuat. 

“Aku harus bisa.” dan “Aku pasti bisa.” 

Dua kalimat yang mirip, namun berbeda untukku. Balik lagi, ini tergantung bagaimana sudut pandang dan cara kita menerimanya. Ini caraku, tentu kamu punya cara sendiri. Jika memang caraku ini baik untukmu, maka aku akan dengan senang hati membaginya. 

Bagaimana harimu hari ini? Aku yakin kamu pasti bisa melewatinya, jika pagi masih menyapa ucapkan selamat padanya dan jika malam menyusul maka jangan lupa untuk berterimakasih padanya. 

Hari-hari, selalu punya tinta untuk mengisinya. Kita selalu bertemu mentari tanpa pernah tau sinarnya akan menghangatkan atau justru menyakitkan. 

Tapi tidak apa-apa, karena bertahan sampai hari ini kamu sudah hebat! 

 Salam hangat,
-i

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Banda Neira

Sebuah Kisah Dan. Bagaimana, Lara?

Kisah Remaja