Tentang Kata
Mereka bertanya-tanya, bagaimana aku bisa merangkainya?
Atau
Bagaimana aku bisa memikirkannya?
Sejujurnya aku adalah manusia yang banyak bicara, namun seringkali menyembunyikan apa yang aku rasa sebenarnya.
Kadang-kadang aku sulit menjelaskan rasa bahagia maupun sedihku dalam sederhana, tapi.. aku tetap ingin menggambarkannya!
Puisi dan tulisan-tulisan yang kucipta adalah warisan dari diriku untuk orang-orang yang aku sayang, juga sebagai bentuk pengakuan diriku terhadap dunia tentang apa yang aku rasakan.
Kadang-kadang puisi dan tulisan yang menggambarkan luka lebih dapat diterima daripada kejujuran yang menyakitkan.
Karena itu seni.
Kalau kata bapak, seni kehidupan.
Dan setiap yang tercipta memang berasal dari kehidupan bukan? Tentu kehidupan yang diciptakan oleh Tuhan.
Termasuk segala rasa yang ada.
Aku tidak menghafal teori atau mempelajari bagaimana caranya menuliskan kata secara khusus.
Mungkin aku memang sudah hidup didalamnya, ah.. lebih tepatnya tulisan dan kata adalah bagian dari jiwaku.
Manusia adalah makhluk hidup yang tidak akan pernah bisa selamanya, namun tulisan dan kata akan ada dan hidup selamanya. Bahkan kelak, akan dipertanggung jawabkan di keabadian.
Aku bukan penulis handal, bukan pula seorang penyair terkenal. Masih jauhhh sekali dari itu.
Aku hanya orang yang senang dan hidup bersama kata. Aku jatuh cinta padanya bahkan sebelum orang tuaku mengenalkannya.
Bagaimana aku bisa merangkai atau memikirkannya?
Tidak ada cara. Karena kata-kataku lahir dengan sendirinya, dari hatiku yang tidak dapat bersuara.
-i
Komentar
Posting Komentar